Pekanbaru,skinusantara.com
Sidang tindak pidana korupsi Jembatan WFC Kampar kembali digelar di Pengadilan Negeri/PN Pekanbaru,Jumat,9/4/2021 dengan terdakwa ADNAN selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sekaligus Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan pada Pengadaan dan Pelaksanaan Pekerjaan Pembangunan Jembatan Waterfront City Multy Years tahun anggaran 2015-2016 dan I KETUT SUARBAWA selaku Manajer Divisi Operasi 1Departemen Sipil Umum 1 (DSU-1) PT Wijaya Karya (Persero) Tbk yang selanjutnya disebut PT Wikayang.
Sidang yang dipimpin oleh Lilin Herlina,selaku Hakim Ketua dengan agenda mendengarkan keterangan saksi dari vendor/subkontrak PT Wijaya Karya.
Baca : Jembatan WFC Kampar,Jefri Noer Kenalkan Indra Popmi Dengan Topan
informasi yang diperoleh skinusantara.com dalam ruang persidangan salah seorang saksi bernama Andreas yang merupakan Kepala Cabang PT Pratama Widia menjelaskan bahwa status mereka sebagai vendor dari PT Wijaya Karya pada pembangunan proyek jembatan WFC Kampar dengan nilai kontrak sebesar Rp 1 M.
Baca : Jembatan WFC Kampar,Ketua Pokja Akui Diarahkan Indra Popmi Menangkan PT Wijaya Karya
“Kita mendapat pekerjaan dari PT Wijaya Karya pada Tahun 2015 untuk jasa pemasangan tiang dan bore pile.Pekerjaan tersebut juga sudah selesai kita laksanakan,”ucap Andreas dalam persidangan.
Baca : Tipikor Jembatan WFC Kampar,Indra Popmi Bantu Ahmad Fikri(Eks Ketua Dprd) Rp 121 Juta
Andreas mengatakan yang menandatangi kontrak kerja tersebut adalah dirinya,”Saya yang menandatangi kontrak kerja,dimana PT Wijaya Karya sebagai pemberi kerja kepada perusahaan kami,”sebut Andreas.
Untuk pekejaan dilapangan Andreas menerangkan mereka bekerja sesuai gambar Spec dan arahan yang mereka terima dari PT Wijaya Karya.
Baca : Tipikor WFC Kampar,Ramadan(Eks Wakil Ketua Dprd Kampar) Kembalikan Uang Ke KPK
Usai persidangan saat ditemui skinusantara.com Andreas mengatakan bahwa ia sudah menjelaskan semua dihadapan majelis Hakim.
“Saya tadi sudah jelaskan semuanya,PT.Pratama Widia ini berkantor pusat di Jakarta dan saya adalah Kepala Cabang untuk Sumatra,”tuturnya.red
