Medan,skinusantara.com – Terkait IMB Pemko Medan diduga ditipu mafia properti.Pemerintah Kota Medan sudah ditipu mentah-mentah oleh oknum yang diduga sebagai mafia properti, pasalnya ada didapati bangunan yang berlokasi di Jalan Perjuangan / Jalan Bubu Gang Bangun Kelurahan Siderejo, Kecamatan Medan Tembung dengan ijin 6 unit bangunan namun yang dibangun menjadi 22 unit.
“Infomarsi pemiliknya berinisial DN. Kalo izinnya hanya 6 unit namun dibangun menjadi 22 unit,” ujar salah seorang warga yang enggan dipublikasikan namanya kepada awak media ini, Senin (28/3/2022).
Pria bertubuh tambun ini menambahkan, bahwa hal ini jelas merupakan penipuan kepada Pemko Medan, dimana seharusnya dari retribusi IMB dari pembangunan tersebut dapat menghasilkan PAD yang tidak sedikit bagi Pemko Medan.
Warga juga mempertanyakan kinerja pihak Kecamatan Medan Tembung yang sepertinya tidak ada tindakan terhadap bangunan menyalah tersebut. “Jelas ini namanya menipu bang, bagaimana mungkin pihak Kecamatan tidak mengetahui kecurangan ini, pastinya ada permainan di tingkat Kecamatan dan Kelurahan,” tambahhya.
Lalu, ia pun menjelaskan bahwa dari konstruksi bangunan yang ada diduga sebelah lokasi bangunan tersebut juga merupakan pemilik yang sama. “Yang sebelah belum dibangun, tapi kalo dari konstruksinya nanti dibangun 22 unit. Padahal izinnya hanya 6 unit, kami harap Wali Kota Medan, Bobby Nasution untuk menindak oknum-oknum pejabat yang merugikan PAD Kota Medan,”harapnya mengakhiri.
Ketika temuan dan hal tersebut dikonfirmasi kepada Camat Medan Tembung Vianti Dewi Nasution melalui telepon selulernya, Camat Medan Tembung berjanji akan segera menyurati pemilik bangunan bermasalah tersebut.
“Pertama-tama akan kita surati pemilik bangunan untuk menghimbau melengkapi ijin bangunan. Jika tidak mematuhi kita akan surati Dinas Perkim dan selanjutnya jika membandel akan turun Satpol PP untuk mengeksekusi bangunan tersebut,”jelasnya singkat.
Sementara itu, dari informasi yang dihimpun awak media ini, bahwa sebagai humas yang mengurus semua kebutuhan material pembangunan proyek tersebut sampai dengan ijin diduga seorang oknum wartawan dan LSM dengan inisial ‘S’.indra
