Pekanbaru,skinusantara.com – Ustadz Syaikh Maulana Husen Al-Muqri Bin Ismail mengisi penganian di Masjid Al-Mizan Kejaksaan Tinggi/Kejati Riau,Senin,3 Oktober 2022 dengan tema ‘Sunnah- Sunnah dalam Berwudhu’.
Ustadz Syaikh Maulana Husen Al-Muqri Bin Ismail menyampaikan bahwa amalan yang Sunnah di dalam fiqih yaitu ibadah yang diberikan pahala bagi yang mengerjakan dan tidak berdosa bagi yang meninggalkannya.
Selain itu Ustadz Syaikh Maulana Husen Al-Muqri Bin Ismail menyampaikan bahwa terdapat 12 sunnah yang ada saat kita berwudhu, diantaranya:
Membaca bismillah, dengan membacanya maka keberkahan Allah SWT akan menyertai kita.Mencuci telapak sampai pergelangan tangan sambil membaca bismillah, ketika kita di dalam WC baca dan niatkan di dalam hati dalam membaca bismillah.
Bersiwak atau dengan sesuatu yang kesat. Riwayat hadist menerangkan dahulu para sahabat bersiwak di masa perang. Riwayat lainnya juga menyampaikan, sesiapa yg amalkan sunnahku di akhir zaman maka baginya lah 100 amalan syahid, dalam hal ini termasuk diantaranya bersiwak.
Berkumur dengan memasukkan air ke mulut 3x.Memasukkan air ke dalam hidung. Sunnah ini juga dianjurkan pada saat bangun tidur sebab, setan itu tidur di rongga hidung dan akan keluar jika kita bersihkan.
Menyikap atau membersihkan jenggot.
Mengusap seluruh kepala. Dalam mahzab maliki ini hal wajib dilakukan.
Mengusap telinga.Menyela jari jemari tangan dan kaki.Dahulukan bagian tubuh yg kanan baru ke kiri kecuali telinga.3x dalam melakukan rukun wudhu.Mualah (tidak ada jeda yang lama) antara sunnah yang satu dengan yang lain.
“Selain itu terdapat 5 Perkara yg membatalkan wudhu diantaranya Keluarnya sesuatu seperti buang air kecil dan besar serta buang angin dari dubur. Terdapat 2 jenis buang angin menurut fiqih yaitu, Fussa (angin dan tidak berbunyi), Durrah ( berbunyi) jika buang angin tidak berbunyi namun mengeluarkan tidak cairan/sesuatu yang keras maka itu semua dapat membatalkan wudhu.Tidur yang tak tetap,Hilang akal seperti pikun, pingsan dan sakit.Bersentuhan antara laki-laki dan perempuan yang non mahram.Menyentuh dengan telapak tangan alat,”terang Ustadz.
Usia kajian Bambang,SH,MH selaku Humas Kejati Riau menyampaikam bahwa Ustadz Syaikh Maulana Husen Al-Muqri Bin Ismail juga mengajak para pegawai Kejaksaan Tinggi Riau untuk dapat melaksanakan wudhu dengan sunnah-sunnah yang ada sehingga dapat meningkatkan kualitas ibadah kepada Allah SWT.red
