Aktivis Mahasiswa Kritik PUPR & PDAM,Terkait Air Tak Masuk Desa Beringin

pupr

Kuansing,skinusantara.comAktivis Mahasiswa kritik PUPR & PDAM,terkait air tak masuk ke Desa Beringin lebih kurang seminggu,akibatnya masyarakat Desa Beringin Taluk Kecamatan Kuantan Tengah dan sekitarnya tidak merasakan Bersihnya air PDAM Kuansing.

Hal tersebut diungkapkan salah seorang warga bernama Marni (63th, bukan nama sebenarnya, red) yang kami jumpai tengah menampung air hujan untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari, pada selasa Minggu (26/02).

Diusia senjanya Marni mengungkapkan keluh kesahnya akan UPT PDAM Kuansing yang menyebabkan dirinya harus membeli air bersih dari depot, menampung hujan hingga meminta air dari tetangga yang punya sumur.

“Kalau ada duit ya beli, ini untung hujan sebentar mudah-mudahan cukup buat 2 hari” Ujar Marni yang tampak kesulitan mengangkat ember cat yang penuh dengan air.

Alhamdi Fikri aktivis UIR yang juga berada dilokasi sangat prihatin melihat kondisi tersebut, dirinya berharap secepatnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kuansing memperbaiki distribusi air.

“Kami harap dinas PUPR secepatnya memperbaiki distribusi air, apa permasalahannya cepat selesaikan, jangan buat masyarakat teraniaya” Ujar Fikri sambir membantu Marni mengangkat ember.Kami juga minta DPRD melakukan Hearing terkait permasalahan ini” Lajut Fikri menghela napas panjang kecapean membantu Marni.

Sementara itu Zulkarnain, Kepala Dinas PUPR yang kami coba hubungi via pesan whatsapp menyebutkan kerusakan mesin yang jadi permasalahan tidak terdistribusikannya air ke Beringin.

“Dari informasi PLT. Ka PAB, bahwa terjadi kerusakan mesin pompa distribusi dan mesin tsb sedang diperbaiki, semoga segera baik dan air bisa segera distribusi, lebih jelas silakan konfirmasi ke UPT” Jawab Zulkarnain singkat.

Kepala Unit Pelaksana Tugas (UPT) PDAM dalam penjelasannya mengatakan bahwa mesin distribusi air yang biasa belum selesai diperbaiki dan sekarang memakai yang kecil sehingga tidak mampu menjangkau daerah Beringin sekitarnya.

“Biasanya kita pakai mesin 50lt/detik namun mesin tersebut rusak dan yang kita pakai sekarang mesin 30lt/detik makanya tidak sampai Beringin” Jelas Eko.

Sambungnya tadi mesin tersebut sudah selesai diperbaiki, Insyaallah besok sudah bisa difungsikan..abrar

Pos terkait