Parlilitan,skinusantara.com – Warga Desa Simataniari mengajukan pertanyaan terkait dana perdamaian senilai Rp 100.000.000 yang seharusnya digunakan untuk perbaikan jembatan besi yang diduga dirusak oleh oknum dari luar daerah pada tahun 2024.
Informasi tersebut disampaikan oleh salah satu warga, yang hanya ingin dikenal dengan inisial Pak Sitanggang. Menurutnya, kejadian kerusakan jembatan melibatkan empat orang terduga pelaku yang bukan warga Desa Parlilitan. Setelah melalui proses hukum, kedua pihak akhirnya mencapai kesepakatan damai.
“Empat orang terduga pelaku merupakan warga dari luar desa Parlilitan. Akibat dari perbuatan oknum tersebut, mereka terpaksa berurusan dengan hukum, lalu akhirnya berakhir dengan damai antara pelaku dan pihak perwakilan Desa Simataniari,” ujar Pak Sitanggang dengan nada tenang.
Pak Sitanggang juga menunjukkan salinan surat perjanjian damai yang dibuat kedua pihak. Dalam surat tersebut terdapat beberapa poin kesepakatan, namun dua di antaranya menjadi fokus pertanyaan warga:
– Pihak kedua (pelaku) telah menyerahkan uang Rp 100.000.000 secara transfer ke rekening Dana Pembangunan Desa Simataniari untuk biaya perbaikan jembatan.
– Pihak pertama (Kepala Desa Simataniari) berjanji akan segera memperbaiki jembatan pada Tahun Anggaran 2025.
Namun hingga saat ini, tidak ada tanda-tanda realisasi perbaikan jembatan tersebut. Menurut Pak Sitanggang, warga berhak mempertanyakan keberadaan uang tersebut karena sudah masuk ke kas desa dan memiliki peruntukan yang jelas.
“Kita sebagai warga menduga ada ketidaksesuaian antara perjanjian dan realisasinya. Uang tersebut sudah termasuk pemasukan kas desa dan jelas untuk apa digunakan, jadi wajar kalau kita bertanya,” katanya.
Warga berharap pihak Audit Pemerintah Daerah (APH) dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, dan Aparatur Administrasi Desa (PMDAA) dapat menindaklanjuti kasus ini secara terbuka dan transparan.
“Kita berharap pihak terkait bisa menangani ini dengan terbuka, agar ada kejelasan bagi kita semua,” tegas Pak Sitanggang,Senin,23 Februari 2026.bos
