Kembangkan Sektor UMKM,Pemprov Riau Harus Turun Tangan

SEKTOR

Pekanbaru,skinusantara.comKembangkan sektor UMKM,Pemprov Riau harus turun tangan dengan menggelar temu konsultasi usaha kecil menengah (UMKM) dalam rangka pentingnya mengembangkan dan menumbuhkan sektor Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (KUMKM).

Dinas Koperasi dan UMKM Pekanbaru melalui Kabid Kelembagaan Febri Haryani mengatakan, salah satu alasan melakukan kegiatan ini untuk saling memberi dukungan bagi para pelaku UMKM,Kamis, 28 Juli 2022.

“UKM di Pekanbaru saat ini dihadapkan dengan berbagai masalah dalam mengembangkan usaha, baik masalah finansial mau pun masalah nonfinansial,”sebut Febri.

Lanjutnya masalah finansial di antaranya adalah kurangnya akses ke sumber dana yang formal, biaya transaksi produk yang tinggi. Sedangkan nonfinansial adalah kurangnya pengetahuan atas teknologi produksi, kurangnya pengetahuan akses informasi, keterbatasan dan kurang pengetahuan mengenai keuangan dan akuntansi.

Menurut dia, pengembangan sentra UMKM harus dilakukan dengan memberikan dukungan kebijakan dan diperlukan adanya sinergitas program pemberdayaan UKM dengan lembaga pengembangan bisnis dan lembaga-lembaga lainnya yang tujuannya untuk memperkuat kelembagaan itu sendiri.

“Berbagai upaya yang dilakukan pemerintah Pekanbaru untuk mengatasi masalah UMKM diantaranya melakukan pelatihan manajemen terhadap pelaku usaha yang dilakukan rutin setiap tahun, pemberian bantuan penguatan modal kepada pelaku UMKM,”jelasnya.

Sedangkan rencana pengembangan UMKM yang dilakukan saat ini, adalah melakukan MoU dengan perbankan untuk memudahkan akses pelaku UMKM mendapatkan permodalan, studi pengembangan wawasan pelaku UMKM, dan melakukan MoU badan standar nasional untuk meningkatkan mutu produk.

“Kita berharap sektor Koperasi dan UMKM bisa menjadi penunjang utama pertumbuhan ekonomi daerah. Sehingga dibutuhkan dukungan semua elemen untuk saling mensupport sesuai dengan kapasitas masing-masing dalam mengembangkan sektor ini,” pungkasnya.

SEKTOR

Dengan jumlah koperasi yang terdaftar saat ini di Dinas Koperasi Pekanbaru berjumlah 1.121 koperasi, yang aktif hanya 464 koperasi. Indikator nya di lihat dari RAT (Rapat Akhir Tahun), kurang dari 50% Koperasi yang melakukan laporan RAT kepada Dinas Koperasi, sehingga Koperasi yang tidak melakukan pelaporan RAT, di anggap Non Aktif. Hal ini harus segera dilakukan langkah tegas & strategis agar  koperasi-koperasi itu terus tumbuh dan berkembang.heri

Pos terkait