BAZNAS Dumai,PH Terdakwa Zulfikar Bantah Keterangan Saksi Ahli

baznas

Pekanbaru,skinusantara.comBAZNAS Dumai,PH terdakwa Zulfikar bantah keterangan saksi ahli pada sidang tindak pidana korupsi yang digelar di Pengadilan Negeri/PN Pekanbaru, Jumat,5/8/22,dimana terdakwa selaku staf penghimpun dana pada Baznas Kota Dumai.

Pantauan skinusantara.com sidang yang dipimpin oleh Efendi selaku Hakim Ketua dengan agenda mendengarkan keterangan saksi ahli yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum/JPU Dumai.

Usai persidangan salah seorang Penasehat Hukum terdakwa menjelaskan bahwa konteks keuangan negara pada BAZNAS seharusnya tidak terpenuhi karena ini adalah uang zakat yang berasal dari personal ASN di RSUD Dumai dan bukan uang yang dapat dikategorikan sebagai keuangan negara

“Terkait dengan dugaaan merugikan keuangan negara yang dilakukan pada BAZNAS Kota Dumai oleh Terdakwa Zulfikar, patut dipertanyakan mengenai keuangan negara yang disampaikan ahli Syakran Rudy yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum di persidangan,”sebut Noor Aufa yang merupakan Penasehat Hukum/PH terdakwa.

Lanjut Aufa seharusnya perkara ini masuk dalam ranah pidana umum seperti penggelapan dan bukan ranah tindak pidana korupsi.

Untuk diketahui informasi yang diperoleh awak media diantaranya bahwa berdasarkan Audit/Pemeriksaan Khusus terhadap Baznas Kota Dumai Nopember 2020 adanya temuan terhadap UPZ RSUD Kota Dumai yang telah menyampaikan zakat tahun 2019 namun tidak tercatat pada data pengumpulan zakat Baznas Kota Dumai sebesar Rp 109.365.157.

Kemudian dilakukan tindak lanjut terhadap temuan tersebut dengan berdasarkan Surat Inspektorat Daerah Kota Dumai 22 Februari 2021, dengan hasil pemeriksaan terdapat Dana Zakat RSUD Kota Dumai tahun 2019 dan tahun 2020 yang telah di setor oleh UPZ RSUD Kota Dumai ke rekening Zulfikar sebesar Rp 236.491.932, dan setelah dilakukan pengecekan dan pencocokan data bahwa dana tersebut pada rekening Zulfikar dan rekening Baznas Kota Dumai.

baznas

Bahwa akibat Perbuatan yang telah dilakukan oleh Terdakwa ZULFIKAR ALS ZULFIKAR selaku staf penghimpun dana zakat, mengakibatkan Kerugian Keuangan Negara dalam penerimaan Zakat oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Dumai dari Amil Zakat pada Rumah Sakit Umum Daerah Kota Dumai Tahun 2019 dan Tahun 2020 sejumlah Rp. 190.282.330 berdasarkan Laporan Hasil Audit dalam rangka Penghitungan Kerugian Keuangan Negara atas Kasus dugaan Penyelewengan dalam penerimaan Zakat oleh Badan Amil Zakat Nasional Kota Dumai dari Amil Zakat pada unit Pengelola Zakat RSUD Kota Dumai tahun 2019 dan tahun 2020 yang dibuat oleh tim audit Inspektorat Kota Dumai.red

Pos terkait