Cilacap,skinusantara.com – Ratusan warga Panjalu Kabupaten Ciamis Jawa Barat, melakukan ritual pengambilan air suci (Mapag Cai) di sungai Cibeet Desa Bingkeng dan gunung Dayeuhluhur Kecamatan Dayeuhluhur, Kabupaten Cilacap.
Pengambilan air suci tersebut merupakan salah satu rangkaian dalam menyambut kegiatan acara adat nyangku yang digelar saban bulan Maulud (Rabiul Awwal) dengan prosesi sakral memandikan pusaka-pusaka peninggalan kerajaan Prabu Borosngora.
Rd.Agus Gunawan Cakradinata sebagai penanggung jawab kesakralan yayasan Borosngora menjelaskan mapag cai/ mapag tirta kahirupan dilaksanakan kurang lebih 3 bulan sebelum hari H atau hari Nyangku, adapun pengambilan sumber airnya diambil dari 43 karomah, dan salah satunya adalah karomah Arya Sacanata Salingsingan atau Ganda Kerta yang berada di daerah Dayeuhluhur, Kabupaten Cilacap.
Kegiatan mapag cai ini sudah dimulai dari dua minggu kebelakang, dan pelaksanaan nyangku akan digelar pada pada tanggal 26 Mualud atau 30 September 2024 di Bumi Alit Panjalu tepatnya di taman Borosngora, ucapnya pada awak media, Minggu (04/08/2024).
“Harapan saya dalam Mapag air ini bagi yang ikut berpartisipasi bisa mengenang para leluhur dengan jasa jasa beliau yang telah menyebarkan Agama Islam pada zaman dahulu, begitu juga di dalam Nyangku itu karena Nyangku itu di pakai sebagai sarana Syi’ar Agama. Mudah mudahan kita bisa meningkatkan amal ibadah kita, menebalkan iman dan islam, dan dapat bercermin pada leluhur yang telah memperjuangkan Agama Islam pada zaman dahulu,” imbuhnya.
Sementara itu, Cocon selaku juru kunci gunung Dayeuhluhur mengucapkan terima kasih kepada masyarakat adat Panjalu serta yayasan Borosngora,sehingga dua lokasi yang berada di wilayah kecamatan Dayeuhluhur menjadi tujuan untuk pengambilan air suci.
Cocon berharap kegiatan adat dan budaya yang ada tetap berlangsung oleh penerus berikutnya juga untuk di Dayeuhluhur pun seperti kegiatan adat atau pun budaya tetap lestari dan tidak punah karena ini merupakan warisan para leluhur pendahulu kita semuanya.
“Dari Panjalu Ciamis Jawa Barat saja masih peduli hingga ramai ramai ke Dayeuhluhur,masa kita sendiri yang punya wilayah tidak peduli dengan adat dan budayanya.”pungkasnya.dian












