Humbahas,skinusantara.com – Dinas PertanianĀ Pemkab Humbahas akan tangani lahan pertanian pasca bencana longsor pada bulan November 2025 lalu terutama pada sektor pertanian, khususnya pada kawasan persawahan yang menjadi tulang punggung perekonomian lokal.
Untuk diketahuiĀ terdapat lima kecamatan menjadi titik terdampak paling parah, yaitu Kecamatan Parlilitan, Tara Bintang, Pakkat, Onan Ganjang, dan Kecamatan Sijama Polang.
Masyarakat di wilayah terdampak mengungkapkan kekhawatiran mereka terkait kelambatan penanganan perbaikan lahan persawahan. Sejumlah nara sumber yang tidak ingin disebutkan namanya menyampaikan bahwa hingga saat ini, upaya perbaikan belum terealisasi secara optimal.
“Kita sangat berharap pemerintah daerah maupun pusat bisa segera memberikan bantuan untuk memperbaiki lahan kita. Tanah sawah adalah sumber mata pencaharian kita semua,” ujar salah seorang warga dengan nada sedih,Kamis,29 Januari 2026.
Dilain pihak Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Humbang Hasundutan, Tukka Siahaan, menjelaskan bahwa seluruh lokasi persawahan terdampak telah tercatat secara lengkap dengan total luas sekitar 893,4 Hektar.
Menurutnya, kelambatan penanganan bukan berarti pihaknya mengabaikan kondisi masyarakat, melainkan karena perlu melakukan prioritas perbaikan akses jalan terlebih dahulu agar alat berat dan bahan bantuan bisa sampai ke lokasi terdampak.
“Keterbatasan jumlah alat berat menjadi salah satu faktor utama mengapa kita tidak bisa menangani semua lokasi sekaligus,” jelas Tukka.
Tambahnya saat ini, alat berat yang dimiliki pihaknya masih fokus bekerja di Desa Siatas Batu Nagodang untuk membersihkan akses jalan sekaligus melakukan tahap awal perbaikan lahan persawahan. Setelah pekerjaan di desa tersebut selesai, tim akan melanjutkan ke desa-desa lain yang terdampak.
Selain menangani perbaikan lahan, Pemkab Humbang Hasundutan juga telah berkoordinasi erat dengan BAPPANAS/Bulog Cabang Balige untuk menjaga kestabilan pasokan beras bagi masyarakat yang terdampak langsung oleh bencana. Hal ini dilakukan sebagai upaya antisipasi potensi kekurangan pangan di wilayah tersebut.
“Semua kerusakan pada lahan pertanian khususnya persawahan sudah kita catat dan masukkan dalam Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana (R3P). Dengan demikian, kita memiliki peta jalan yang jelas untuk memulihkan kondisi sektor pertanian kita kembali seperti semula,” pungkas Tukka kepada awak media ini.bos












