Pelalawan,skinusantara.com
Telah lebih 10 tahun, kehadiran PT Energi Mega Persada (EMP) Bentu Ltd, di Langgam, ternyata belum memberikan dampak dan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Pelalawan khususnya di kecamatan Langgam.
Dilansir dari riausky.com,padahal, kalau ditelisik lebih dalam, dari hasil perut bumi menurut para ahli, telah dilakukan eksplorasi tambang sebanyak 12 titik sumur aktif, tak kurang dari 100 miliar rupiah omset per hari mereka dapat. Lantas masyarakat disana dapat apa?
Tak mau terus berpangku tangan atas aktivitas perusahaan dan penguasa juga pemangku kepentingan, secara perlahan masyarakat mulai bangkit menuntut haknya.
Suara gundah gelisah masyarakat ini diutarakan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Langgam, melalui Sekretaris LPM H .Nurzepri, SP.
Kepada awak media,Rabu (3 Maret 2021) ia menuturkan, guna untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat maka perlu dibentuk forum.
“Ini semacam tembok raksasa. Kita perlu berjuang secara bersama-sama. Maka untuk tahap awal kita harus kompak, dengan membentuk forum. Forum ini kita namakan forum CSR. Melalui forum ini kita bisa berjuang bersama-sama,”jelas H.Nursepri, SP.
H.Nursepri, SP sendiri tercatat aktif di lembaga Adat Melayu Riau dan saat ini menjabat sebagai Sekum DPH LAM Riau Kabupaten Pelalawan kembali mengulas ikhwal kenapa forum ini harus ada.
Ini, kata dia, tak lepas dari ketidakperdulian PT Energi Mega Persada (EMP) Bentu Ltd, baik malalui program CSR maupun pemanfaatan tenaga kerja lokal, dampak kerusakan lingkungan dan kerusakan fasilitas umum milik pemerintah daerah.
“Sekarang kami yang telah hidup turun temurun tinggal di kawasan di sekitar areal usaha pertambangan minyak dapat Apa? Kenapa tidak diperdulikan perusahaan. Maka
sudah saatnya kami sebagai anak negeri melakukan aksi untuk menuntut hak kami yang selama ini diabaikan,” tegas dia.
Terpisah, guna mengklarifikasi dan menkonfirmasi atas keluhan masayarakat tersebut PT Energi Mega Persada (EMP) Bentu Ltd, belum berhasil di hubungi pihak media ini.***












