Pekanbaru,skinusantara.com – Tarmizi saat jabat Ketua P3K dalam proyek jalan lingkar Bengkalis,pernah minta ke kontraktor untuk beli kopi dan gorengan,hal ini terungkap pada sidang tindak pidana korupsi Jalan lingkar di Kabupaten Bengkalis atas nama terdakwa,1.I Ketut Suarbawa,2.Firzan Taufa,3.Didiet Hadianto,4.Tirtha Adhi Khazmi,5.Petrus Edy Susanto yang di gelar di Pengadilan Negeri/PN Pekanbaru,Selasa,22 Maret 2022.
Pantauan skinusantara com,sidang yang dipimpin oleh Dr.Dahlan selaku Hakim Ketua dengan agenda mendengarkan keterangan lima orang saksi dari Aparatur Sipil Negara/ASN Kabupaten Bengkalis dan Kota Dumai.Adapun kelima orang saksi yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum/JPU KPK :
1.Edi Sucipto
2.Raffiq Suhanda,saat ini Kasi Sumber Daya Air di PUPR Kota Dumai.
3.Wandala Adi Putra
4.Syafrisan,saat itu Sekertaris P3K
5.Tarmizi,saat ini Kadis Pertanian di Kab.Bengkalis dan sebelumnya Ketua P3K.
Salah seorang saksi yang pada saat itu selaku Ketua Panitia Peneliti Pelaksana Kegiatan/ P3K Tarmizi mengakui pernah menerima uang sebesar Rp 20 juta dan Rp 50 juta.
“Uang yang saya terima tersebut,bukan hanya untuk diri saya saja,dan saya bagikan ke yang lain,”Jawab Tarmizi atas pertanyaan JPU KPK.
Bukan hanya itu,dalam persidangan Tarmizi yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bengkalis juga pernah meminta uang kepada kontraktor untuk beli kopi dan gorengan pada saat lembur.
Usai persidangan salah seorang Penasehat Hukum terdakwa menanggapi jawaban saksi Tarmizi dengan mengatakan,”Ini dikarenakan gaji Ketua P3K nya sebulan hanya Rp 500 ribu,sehingga beliau untuk lembur saja,beli kopi dan gorengan harus minta ke kontraktor,”celetuk Welianto sepertinya menyentil ucapan saksi.
“Terungkap dipersidangan bahwa gaji Ketua P3K perbulannya hanya Rp 500 ribu,kemudian minta uang akomodasi ke kontraktor untuk beli kopi dan gorengan pada saat lembur membahas saran dan pendapat untuk menerbitkan adededum I s/ d III,serta minta konsultasi LKPP ke Jakarta pakai uang apa ?,malah masih bisa survey lapangan,hal ini kan tentunya menjadi tanda tanya,”terang Welianto kepada awak media ini.red












