Penasehat Hukum Annas Maamun Sebut Ada Dugaan Perskongkolan SKPD Sudutkan Terdakwa

hukum

Pekanbaru,skinusantara.com – Penasehat Hukum Annas Maamun sebut ada dugaan perskongkolan SKPD sudutkan terdakwa usai sidang perkara tindak pidana korupsi atas nama terdakwa Annas Maamun Eks Gubernur Riau yang digelar di Pengadilan Negeri/PN Pekanbaru,Rabu,22 Juni 2022.

Pantauan skinusantara.com sidang yang dipimpin oleh Dr Dahlan selaku Hakim Ketua masih beragendakan mendengarkan keterangan saksi saksi.

hukum

Usai persidangan salah seorang Penasehat Hukum terdakwa menjelaskan dari beberapa persidangan dan setelah mendengar kan beberapa saksi dalam persidangan,menduga ada persekongkolan jahat diantara SKPD-SKPD pemerintahan Provinsi Riau untuk menyudutkan terdakwa seorang diri.

“Didalam Dakwaan JPU jelas menyebutkan bahwa tgl 1 September 2014 diadakan rapat antara terdakwa dan beberapa kepala SKPD.Dalam rapat tersebut menurut JPU diduga awal mula rencana penyuapan terhadap anggota Banggar DPRD Riau, untuk mengesahkan RAPBD P 2014 dan RAPBD 2015,”terang Tua Alpaolo Harahap,SH beserta Agustian Daulay,SH selaku Penasehat Hukum terdakwa Annas Maamun kepada awak media ini.

lanjutnya bahwa adapun saksi-saksi yang hadir dalam rapat tersebut sebagaimana dalam dakwaan JPU sebagai berikut :
1. Wan amir firdaus (Asisten II)
2. Swarno (Kasubag Biro Keuangan)
3. M. Yafiz (Kepala Bappeda)
4. Zaini Ismail (Setda)
5. Said Saqlul Amri (BPBD)
6. Syahril Abu Bakar (PMI)
7. Terdakwa sendiri.

“Namun setelah keterangan saksi diperdengarkan dimuka persidangan tidak ada satu saksi pun yang mengetahui tentang apa materi rapat pada tgl 1 September 2014 dan ketika saksi ditanya inisiatif untuk melakukan suap atau memberikan hadiah kepada Banggar DPRD, para saksi seakan kompak mengatakan bahwa terdakwa lah yang mempunyai inisiatif atau niat untuk melakukan penyuapan,”ungkap Tua Alpaolo.

Masih kata Tua Alpaolo hal tersebut aneh dan janggal dalam pandangan Penasehat Hukum terdakwa, bagaimana mungkin saksi bisa mengatakan bahwa inisiatif untuk melakukan suap kepada anggota DPRD murni inisiatif dari terdakwa, sedangkan dalam fakta persidangan ketika saksi ditanya apakah hadir dalam rapat, mereka mengatakan hadir tapi tidak menyimak dan tidak mengetahui isi dalam rapat tersebut.

hukum

“Kami menduga ada persekongkolan jahat diantara SKPD yang dimaksud untuk menyebutkan terdakwa seorang diri.Kita lihat saja nanti selanjutnya dalam persidangan, semua akan terungkap..!,”sebut nya optimis.red

Pos terkait