Rumah Makan Cap Sa Can Usir Dan Halangi Tim Terpadu Pemko Medan Terkait Limbah

cap

Medan,skinusantara.comRumah Makan Cap Sa Can usir dan halangi tim terpadu Pemko Medan terkait limbah atas laporan warga kepada Pemerintah Kota Medan.

Laporan warga bernama Rudi Tamzil (55) didampingi DPD Aliansi Jurnalis Hukum( AJH) Kota Medan kepada Kelurahan Sei Rengas II dan Kecamatan Medan Area terkait masalah air limbah yang masuk rumahnya dan gang kebakaran yang dijadikan dapur serta dipagar oleh Pemilik usaha Rumah Makan Sap Sa Can berinisial “L”. Surat keberatan pun dilayangkan Rudi Tamzil kepada Walikota Medan serta instansi terkait lainnya.

Kericuhan sempat terjadi di Rumah Makan (RM) Cap Sa Can Jalan Asia Medan lantaran menolak kehadiran Tim Terpadu Pemko Medan untuk melakukan pemeriksaan.

Pengaduan warga ditanggapi Walikota Medan dengan menurunkan Tim terpadu Pemko Medan bertujuan melihat dan lakukan mediasi. Namun bukan sambutan baik diterima kedatangan Tim terpadu, justru kehadiran mereka ditolak, Senin (20/6/2022).

“Kehadiran petugas Pemko Medan atas perintah Bapak Walikota Medan, seharusnya didengar dahulu serta menanyakan maksud kedatangan kami bukan marah – marah,”ucap Kantrib Kelurahan Sei Rengas II Kecamatan Medan Area Aswadi,sambil memegang surat tugas kepada Rumah Makan

Setelah adu argumen, akhirnya salah seorang karyawan mempersilahkan petugas perwakilan masuk. Namun petugas merasa dilecehkan, karena karyawan menghalangi dan mengusir petugas lainnya,akhirnya adu argumen kembali terjadi.

Karena situasi tak kondusif, Tim Terpadu Pemko Medan keluar dan membubarkan diri serta menegaskan akan hadir kembali, untuk memeriksa izin dan permasalahan tersebut.

Menanggapi persoalan ini DPD Aliansi Jurnalis Hukum (AJH) Kota Medan, Senin (20/6/2022) saat di lokasi sebagai pendamping Hukum warga bernama Rudi Tamzil (55) sangat menyayangkan sikap yang dilakukan pihak Rumah Makan Cap Sa Can terhadap Pemerintah.

“Bertahun- tahun klien kami Bapak Rudi menanggung derita mencium aroma busuk, rumah sering kebanjiran air limbah Rumah Makan Cap Sa Can,”jelas Rizatta selaku tim pendamping hukum.

Lanjutya Kami juga melengkapi dengan foto sebagai bukti air limbah masuk ke rumah warga. Sayangnya, sikap arogansi dan kurang simpatik yang ditunjukkan pihak rumah makan kepada Tim Terpadu Pemko Medan, bahkan karyawan wanita mengaku perwakilan pemilik usaha dengan suara lantang dan mengusir petugas Pemko Medan dan mempertanyakan surat tugas dari Walikota Medan.

“Mereka melarang petugas masuk ke dalam rumah makan beralasan sedang ladeni pembeli,”ucapnya.

cap

Rizatta, pendamping hukum dari DPD AJH Kota Medan menegaskan pihaknya mengapresiasi Tim Terpadu Pemko Medan yang sudah datang ke lokasi sebagai tindak lanjut dari surat yang mereka layangkan terkait limbah dan gang kebakaran yang dipagar pihak rumah makan.indra

Pos terkait