Pekanbaru,skinusantara.com – Terkait adanya pemberitaan di salah satu media online dengan judul “Dugaan Salah Penanganan Medis,Bayi Usia 1 Bulan Meninggal Mendadak di Ruang Rawat Inap RSUD Arifin Achmad” yang tayang pada tanggal 15 Maret 2024,ditanggapi oleh pihak Management RSUD Arifin Ahmad.
Dimana pasien “VAN” masuk ke IGD RSUD Arifin Achmad pada tanggal 5 Maret 2024 pukul 21.22 WIB dan pada tanggal 6 Maret pukul 13.48 WIB pasien dipindahkan ke ruang rawat Anggrek 1 kamar 322.
“Dari hasil assessmen awal perawat pagi, ibu pasien mengatakan anaknya demam sudah 2 hari, kemerahan pada mata kanan.Kesadaran anak lemah, mata kanan tampak bengkak dan kemerahan dan akan dilakukan konsul mata,”jelas Management RSUD yang diwakili oleh dr.Annisa Wadir Pelayanan Medik dan Keperawatan,Sabtu,16 Maret 2024.
Masih kata dr.Annisa pada pukul 16.00 keluarga mengeluh air mata anaknya kemerahan, anaknya semakin rewel.Perawat menghubungi dokter anak dan dianjurkan dilakukan kompres mata pakai NaCl dan memberikan resep obat.Kemudian perawat menjelaskan bahwa obat tersebut berguna untuk mengurangi nyeri pada anaknya dan menjelaskan cara pemberian obat beserta takarannya.
Selanjutnya pada tanggal 7 Maret 2024 jam 08.00 overan dari dinas malam kesadaran pasien bagus ibu pasien mengatakan anaknya lebih tenang sejak diberikan obat. Jam 09.50 dokter anak visite didampingi tim.
“Dokter menjelaskan bahwa pasien akan direncanakan untuk konsul gizi dan konsul mata.Dokter sedang menunggu hasil pemeriksaan untuk menegakkan diagnosis sementara obat-obatan tetap diberikan,”ungkap dr.Annisa pada saat konferensi pers.
Selanjutnya tempo 40 menit tepatnya Jam 10.30 ibu pasien melapor ke perawat bahwa anaknya tidak sadar.Dokter anak dan tim melakukan tindakan suction RJP pada pasien.
“Pada saat dilakukan RJP tampak susu keluar dari hidung. Dokter bertanya kepada ibu pasien apakah anak baru diberi susu sebelumnya.Ibu pasien mengatakan memang sebelumnya memberikan susu pada anaknya dalam posisi berbaring,”terang dr.Annisa.
Jam 10.50 dilakukan perekaman EKG, hasil asistole.Jam 11.05 pasien dinyatakan meninggal dihadapan keluarga dan perawat.
“Saya tegaskan disini, tidak ada dugaan malpraktik,karena pihak petugas kami bekerja sesuai SOP, semua dikerjakan berdasarkan persetujuan pihak pasien dan ada buktinya dan tidak ada kesalahan dalam pemberian obat seperti dugaan keluarga pasien.Kami bekerja sesuai sistem, terkoordinir tidak hanya diputuskan satu dokter tapi tim,” ujar Wadir Pelayanan Medik dan Keperawatan ini dihadapan para awak media.red












