Refleksi Akhir Tahun Pengadilan Tinggi Riau Tahun 2025,Raih Prestasi Abhinaya Upangga Wisesa

Pekanbaru,skinusantara.comPengadilan Tinggi/PT Riau adakan kegiatan refleksi akhir tahun 2025,dimana pada kegiatan tersebut Dr. Hj. Diah Sulastri Dewi, S.H., M.H. atau yang sering di sapa Bunda Dewi selaku Ketua Pengadilan Tinggi Riau menyampaikan keberhasilan yang diraih pada tahun 2025,Rabu,31 Desember 2025.

Dr.Hj Diah Sulastri,SH,MH memaparkan beberapa prestasi yang diraih seperti penghargaan Abhinaya Upangga Wisesa Tahun 2025. Penghargaan ini diberikan oleh Direktorat Jenderal Badan Peradilan Umum Mahkamah Agung Republik Indonesia atas keunggulan performa peradilan di Wilayah Pengadilan Tinggi Riau sebagai juara umum tingkat nasional.

Usai kegiatan Bunda Dewi menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kerja keras bersama yang didedikasikan untuk publik.

“Penghargaan Abhinaya Upangga Wisesa ini bukan hanya milik aparatur peradilan, akan tetapi milik masyarakat Provinsi Riau secara keseluruhan,oleh sebab itu kita akan pertahankan dan Insyaallah ke depannya kita akan menjadi lebih baik lagi,” ucap Bunda Dewi kepada para awak media.

Selain prestasi, Bunda Dewi juga memaparkan langkah strategis terkait pengembangan infrastruktur peradilan di Riau. Beliau mengklarifikasi mengenai status anggaran pembangunan lahan satu hektar di Parit Indah yang sempat tertunda yang akan di bangun Pengadilan Negeri/PN Pekanbaru kelas 1A yang baru.

Terkait persoalan efisiensi aset, beliau telah mengusulkan rencana pemanfaatan gedung Pengadilan Negeri Pekanbaru lama yang terletak di Jalan Teratai,Kecamatan Sukajadi dan nantinya Gedung tersebut akan difungsikan sebagai Pusat Gedung Arsip Terpadu yang melayani berbagai badan peradilan.

“Kami telah membuat surat kebutuhan gedung arsip untuk Pengadilan Tinggi Riau, Pengadilan Tinggi Agama, Pengadilan Negeri, Pengadilan Agama, hingga Pengadilan TUN. Semuanya akan disatukan di Jalan Teratai sehingga aset tersebut tetap berfungsi optimal,” jelasnya.

Guna memastikan proses pembangunan berjalan sesuai aturan, Bunda Dewi juga turun langsung mendampingi tim Sekretariat dalam meninjau kondisi di Pengadilan Pekanbaru.Langkah ini diambil untuk memberikan kejelasan teknis agar penangguhan anggaran dapat segera dibuka.

“Saya turun langsung mendampingi tim peninjau karena saya ingin kejelasan mengapa ‘bintangnya’ belum dibuka. Alhamdulillah, sekarang semuanya sudah terjawab,” pungkasnya.

Masih kata Bunda Dewi,dengan integrasi sistem arsip dan pembangunan gedung baru ini, diharapkan pelayanan hukum bagi masyarakat Riau akan semakin modern, transparan, dan akuntabel.riz

Pos terkait