Pekanbaru,skinusantara.com – Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, secara resmi melantik puluhan pejabat baru di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru pada Senin (30/3/2026).
Prosesi pengambilan sumpah jabatan ini mencakup pengisian posisi strategis mulai dari eselon II hingga pejabat fungsional, yang ditujukan untuk memperkuat struktur organisasi pemerintahan di Ibu Kota Provinsi Riau tersebut.
Sebanyak 43 orang pejabat diambil sumpahnya dalam kesempatan ini, yang terdiri dari enam pejabat eselon II, dua orang camat, sejumlah pejabat pengawas, serta puluhan pejabat eselon III dan fungsional.
Wali Kota Pekanbaru menekankan bahwa amanah yang diberikan harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab demi mendukung percepatan pembangunan Kota Pekanbaru di berbagai sektor.
Enam pejabat eselon II yang menempati pos baru di antaranya adalah Abdul Jamal yang kini menjabat sebagai Staf Ahli Bidang Ekonomi, Iwan Simatupang sebagai Kepala Disnaker, dan Yuliarso sebagai Kepala Dispora. Selain itu, dilantik pula Yulianis sebagai Kepala Disperindag, Junaidy sebagai Kepala Dinas Sosial, serta Edward Riansyah yang kini dipercaya menjabat sebagai Kepala Dinas PUPR Pekanbaru.
Dalam arahannya, memastikan bahwa rotasi dan pelantikan ini dilakukan murni berdasarkan pertimbangan profesionalitas, tanpa adanya tendensi tertentu maupun praktik “setoran”.
Ia menegaskan bahwa integritas menjadi landasan utama dalam penempatan jabatan di masa kepemimpinannya guna menciptakan birokrasi yang bersih dan melayani.
“Pelantikan ini adalah hasil dari manajemen talenta yang telah kita jalankan. Ini bukan sekadar soal promosi jabatan, melainkan penempatan sosok-sosok berprestasi yang sesuai dengan kebutuhan organisasi untuk mendukung program-program strategis kepala daerah,” tegas Agung Nugroho dalam sambutannya.
Agung menjelaskan bahwa proses manajemen talenta tersebut telah dilakukan sejak jauh hari melalui serangkaian evaluasi kompetensi.
Mekanisme ini sengaja diterapkan untuk memastikan setiap pejabat berada pada posisi yang tepat (the right man on the right place) sekaligus menutup celah praktik transaksional yang kerap memanfaatkan momentum mutasi jabatan.
Menurutnya, pergeseran posisi di lingkungan pemerintahan merupakan hal yang lumrah untuk melakukan penyegaran organisasi. Dengan adanya rotasi ini, diharapkan muncul inovasi-inovasi baru dari para kepala dinas dan camat yang baru dilantik, terutama dalam menangani isu-isu krusial perkotaan seperti infrastruktur dan pelayanan sosial.
Agung Nugroho meminta para pejabat yang baru dilantik segera melakukan serah terima jabatan dan tancap gas menjalankan program kerja di instansi masing-masing.
Ia mengingatkan bahwa kinerja mereka akan terus dipantau secara berkala melalui sistem evaluasi capaian target guna memastikan pelayanan publik di Kota Pekanbaru berjalan secara optimal dan transparan.mcr












