Pekanbaru,skinusantarapost.com
Sebelum Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriah,dimana Umat muslim akan melakukan pemotongan hewan korban,untuk itu Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Provinsi Riau, telah memberikan kewenangan kepada Dinas Peternakan se Kabupaten Kota, untuk memeriksa kesehatan hewan di lokasi penjualan hewan, maupun ditempat pemotongan hewan kurban.
Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan, Rahmat Setiyawan, mengatakan, hal ini untuk memastikan daging hewan kurban itu layak dikonsumsi masyarakat. Untuk itu perlu dilakukan pemeriksaan kesehatan hewan, baik yang didatangkan dari luar, maupun hewan yang diternak sendiri oleh peternak sapi.
“Untuk pemeriksaan ternak sudah di delegasikan kepada Kabupaten Kota. Hewan kurban yang ada di daerah dipastikan dalam kondisi sehat dan layak dikonsumsi masyarakat,” jelas Rahmat, Senin (13/7).
Dijelaskan Rahmat, untuk saat ini pihaknya masih menunggu dan mengawal kedatangan sapi dari Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk memenuhi stok daging sapi di Riau. Sapi tersebut merupakan bantuan dan kerjasama melalui salah satu Badan Usaha Milik Tani (BUMT) Kuansing, dan pihaknya akan bekerjasama untuk suplay sapi kurban tahun ini. Sebelum dilakukan kerjasama pihaknya akan melakukan pengecekan terhadap hewan kurban tersebut.
“Kita sedang konsentrasi mengawal persiapan pemasukkan sapi dari luar NTT. Sebelum kita kerjasama penyediaan sapi Bali dari NTT, akan dilakukan pengecekan kesehatan pada sapi yang datang. Sapi Bali ini kan rentan terkena penyakit Jembrana. Jadi perlu kita cek dulu apakah terkena Jembrana atau tidak,” jelas Rahmat.***












