Kepsek SDN 186 Kota Pekanbaru Diduga Intimidasi Bawahannya

Pekanbaru,skinusantarapost.com
Ditengah pandemi Covid 19, seharusnya Kepala Sekolah (Kepsek) tidak membuat kegaduhan yang menimbulkan keresahan dunia pendidikan. Misalnya, intimidasi yang diduga dilakukan oleh Perawati MPd. Kepala Sekolah SDN 186 Tenayan Raya,Kota Pekanbaru.

Perbuatan intimidasi itu diduga dilakukan oleh Perawati selaku kepsek terhadap guru honorernya Syarifah Shania. Merasa tidak nyaman, orangtua Syarifah menemui kepala sekolah untuk mempertanyakan.

Menurut orangtua dari Syarifah kepada awak media menjelaskan bahwa Kepala Sekolah sering mengintimidasi anaknya dengan berbagai macam alasan dan kesalahan hingga berulang ulang kali.

“Ini dinilai tidak lah wajar terhadap kesalahan yang dibuat oleh anak saya,seolah olah patal baik terhadap sekolah maupun murid,” tuturnya.

Atas dugaan intimidasi itu, Kepsek dicecar pertanyaan oleh orangtua Syarifah dan menjawab dengan dalih bahwa dirinya tidak ada niat untuk mengintimidasi

“Saya tidak mengintimidasi melainkan memberikan nasehat agar sebagai guru harus ikut aturan kepala sekolah yang telah dibuat,”ungkap Kepsek kepada orang tua Syarifah.

Tanggapan yang berbeda diberikan Syarifah Shania yang merupakan guru Arab Melayu di SDN 186, ia mengatakan “Kepala sekolah sering mencari cari kesalahannya,agar dirinya dikeluarkan dari sekolah tersebut,” ungkap Syarifah sambil menagis.

“Kami meminta kepada dinas pendidikan Kota Pekanbaru agar secepat mungkin memanggil kedua belah pihak, baik anaknya maupun kepala sekolah,agar persoalan ini terselesaikan,”harap Said Ibnu Hajar selaku orang tua Syarifah Shania.

Lebih lanjut Ibnu Hajar menyampaikan anaknya diperlakukan seperti itu apakah fatal sekali kesalahannya atau kepala sekolahnya yang arogan dengan kekuasanya sebagai pimpinan di SDN 186 Kota Pekanbaru.rls/wpn

Pos terkait