Mediasi Gagal,WALHI Bacakan Gugatan Terhadap Walikota,Dprd Dan DLHK Kota Pekanbaru Terkait Sampah

mediasi

Pekanbaru,skinusantara.comMediasi gagal,WALHI bacakan gugatan terhadap Walikota,Dprd Dan DLHK Kota Pekanbaru terkait sampah pada perkara gugatan warga negara yang dilakukan oleh Riko Kurniawan dan Sri Rahayu selaku Penggugat dengan menggugat,1.Walikota Pekanbaru,2.Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota/Dprd Pekanbaru,3.Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan /Kadis DLHK Kota Pekanbaru di Pengadilan Negeri/PN Pekanbaru,Rabu,2 Maret 2022.

Sidang yang dipimpin oleh Efendi selaku Hakim Ketua dengan agenda pembacaan gugatan oleh Penggugat.Sebelum Penggugat membacakan gugatan,Majelis hakim menerangkan walaupun mediasi gugatan gagal,namun tidak berkemungkinan peluang mediasi itu tetap ada.

Tampak hadir dalam ruang persidangan,baik penggugat maupun kuasa tergugat.Usai persidangan pihak kuasa penggugat mengatakan kepada skinusantara.com
Dalam agenda hari ini adalah pembacaan gugatan yang telah didaftarkan, artinya upaya mediasi sudah deadlock karena tergugat tidak menyanggupi permintaan dari penggugat.

Screenshot 20220303 1422422

“Padahal permintaan itu bukan untuk penggugat secara pribadi tetapi publik pekanbaru yang selama ini di rugikan akibat tata kelola sampah yang buruk,” kata Noval Setiawan, Tim kuasa hukum Sampah sapu bersih.

Untuk diketahui, persoalan sampah yang menumpuk di Kota Pekanbaru merupakan imbas dari kebijakan dan tata kelola yang buruk. Bukan hanya masalah tempat pembuangan akhir yang tidak terkendali, Pemerintah Kota Pekanbaru juga belum memiliki aturan tentang penggunaan plastik sekali pakai. Padahal, ini bukan hal yang sulit, sebab telah ada beberapa kepala daerah seperti Kota Bogor, Surabaya, DKI Jakarta, Bali dan lainnya yang dapat dirujuk pemerintah kota untuk merumuskan peraturan pembatasan plastik sekali pakai.

Langkah hukum ini pun ditempuh untuk memberi peringatan kepada pemerintah agar lebih serius dalam menangani masalah sampah di Kota Pekanbaru. “Paling tidak ada 3 hal: tidak jelasnya tata kelola kebijakan sampah yang mengarah kepada pengurangan sampah yang tidak efektif, tidak adanya kebijakan yang khusus dalam pembatasan sampah plastik serta masih diberlakukannya sistem pihak ketiga dalam pengangkutan sampah berakibat problem sampah Kota Pekanbaru dari tahun ke tahun menumpuk dan tidak ditangani,” ujar Andi Wijaya, Koordinator Tim Kuasa Hukum Penggugat.

WALHI Riau juga menegaskan tidak akan mundur sampai apa yang menjadi tuntutan para penggugat dapat dipenuhi dan dijalankan oleh para tergugat.

Even Sembiring, Direktur Walhi Riau mengungkapkan dalam pres rilisnya,“kami akan terus kawal proses persidangan ini hingga akhir. Persoalan sampah di Kota Pekanbaru tidak boleh terus dibiarkan berlarut-larut karena dampaknya sangat berbahaya bagi kesehatan masyarakat dan tentu juga makin memperparah bencana ekologis seperti banjir yang kerap terjadi.”jelas Evan Sembiring.red

Berita sebelumnya :
Walikota,Dprd Dan DLHK Kota Pekanbaru Digugat WALHI Terkait Sampah

Pos terkait