PH Terdakwa Harapkan 4 Eks Dprd Riau Untuk Di Konfrontir Keterangannya Dalam Perkara Tipikor Annas Maamun

PH

Pekanbaru,skinusantara.comPH terdakwa harapkan 4 eks Dprd Riau untuk di konfrontir keterangannya dalam perkara tipikor Annas Maamun,usai persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri/PN Pekanbaru,Kamis,30 Juni 2022.

Pantauan skinusantara.com sidang yang dipimpin oleh Dr Dahlan selaku Hakim Ketua masih beragendakan mendengarkan keterangan saksi saksi dan PH terdakwa berharap 4 eks Dprd Riau agar keterangannya di konfrontir.

Screenshot 20220701 0853362

Dalam persidangan,Jaksa Penuntut Umum/JPU KPK menghadirkan 7 orang saksi yang merupakan mantan anggota DPRD Provinsi Riau periode 2009 -2014. Antara lain; Djohar Firdaus (Mantan ketua DPRD Riau), Ahmad Kirjauhari, Suparman, Hazmi Setiadi, Koko Iskandar, Iwa S Bibra dan Almainis.

Ketujuh saksi tersebut diperiksa secara bersamaan untuk didengar kesaksian nya pada sidang perkara tindak pidana korupsi dugaan suap pengesahan RAPBD-P 2014 dan RAPBD 2015 terhadap mantan anggota DPRD Riau yang melibatkan mantan gubernur Riau H. Annas Maamun.

Usai persidangan salah seorang Penasehat Hukum/PH terdakwa menyatakan ada hal yang menjadi perhatian yaitu dalam keterangan saksi Ahmad Kirjauhari uang mengatakan bahwa saksi Ricky Hariansyah yang sebelumnya diperiksa dalam perkara yang sama ternyata menerima sebesar Rp 370 juta,.

“Padahal sehari sebelumnya dalam keterangannya saksi Ricky Hariansyah hanya menerima uang suap sebesar 50 juta rupiah ditambah 10 juta rupiah berupa titipan uang untuk anggota DPRD lainnya. Bahkan catatan bagi-bagi uang kepada 21 orang anggota dewan yang di terangkan saksi Ricky Hariansyah di bantah oleh Kirjauhari, menurutnya uang 900 juta yang diterima dari Suwarno tersebut habis di bagi untuk 4 orang saja yakni, Johar Firdaus sebesar Rp. 250 juta, Ricky Hariyansyah 370 juta, kemudian Kirjauhari 190 juta, solihin dahlan 30 juta dan sisanya 60 juta di gunakan sebagai operasional,”sebut Tua Alpaolo Harahap,SH,MH didampingi tim selaku PH terdakwa Annas Maamun.

Lanjutnya sehingga ada perbedaan yang sangat signifikan antara keterangan saksi Kirjauhari dan Ricky Hariansyah yang dapat menjadi pertimbangan bagi Majelis Hakim yang memeriksa perkara.

Tua Alpaolo juga membeberkan dimana saksi Suparman dalam persidangan membantah semua yang disampaikan oleh saksi Ricky Hariansyah sebelumnya.Saksi Suparman mengatakan dalam keterangannya bahwa saksi Ricky Hariansyah telah berbohong dan merupakan saksi yang ‘Dikondisikan’ dalam memberikan kesaksian di tingkat penyidikan dan sidang untuk menjebak anggota DPRD lainnya yang menerima uang suap.

“Kami selaku Tim Penasehat Hukum H. Annas Maamun sangat menyayangkan keterangan saksi Ricky Hariansyah, Saksi Suparman, Saksi Djohar Firdaus dan Ahmad Kirjauhari tidak dihadirkan secara bersama-sama sehingga dapat dikonfrontir satu sama lain,karena saksi-saksi inilah yang menerima uang dan membuat pembagiannya, tapi keterangannya berbeda,”terang Tua Alpaolo Hrp.

PH

Sambungnya,masih ada peristiwa yang belum duduk, bila benar keterangan saksi Kirjauhari tersebut, berarti ada perlakuan yang tidak sama kepada aktor-aktor yang menerima suap dalam perkara ini,”Hal itu penting untuk mengungkap perkara ini agar terang benderang,”jelasnya.red

Pos terkait