Kajian Rutin Di Masjid Al-Mizan Angkat Tema ‘Berkurban’

mas

Pekanbaru,skinusantara.comMasjid Al-Mizan Kejaksaan Tinggi/Kejati Riau, telah dilaksanakan Pengajian Rutin yang disampaikan oleh Syaikh Maulana Husen Al Muqri Bin Ismail yang diikuti oleh seluruh pegawai Kejaksaan Tinggi Riau yang beragama Islam,Senin,19 Juni 2023.

Dalam penyampaiannya Syaikh Maulana Husen Al Muqri Bin Ismail menyampaikan Hukum berqurban menurut imam syafii, hambal dan mailiki adalah Sunnah Muakkad untuk kita sendiri yang sudah mampu dalam melaksanakan berqurban sedangkan di tetapkan hukum nya Sunnah Kifayat dalam lingkungan keluarga yang artinya ini tidak di tuntut semua untuk berqurban cukup kepala keluarga nya saja,untuk berqurban pun tidak wajib hukum nya dan tidak pula makhruh, cukup saat kita mampu untuk melaksanakan qurban.

mas

Bacaan Lainnya

“Kesempurnaan hewan kita mempengaruhi sah nya ibadah qurban kita, kali ini kita akan membahas hal-hal yang membuat hewan qurban kita tidak sah yaitu Telinga nya putus, Buta, Berkudis dan korengan, Pincang dan tengkak, Ekor putus, di kecualikan putus dari lahir, Terlalu kurus dan Gila atau tidak tenang. Ini adalah 7 kecacatan fatal yang tidak boleh di jadikan hewan qurban,”jelas Ustadz.

Selanjutnya Syaikh Maulana Husen Al Muqri Bin Ismail menyampaikan beberapa masalah yang sering kita temui di tengah-tengah kita yaitu :

1. Berqurban di luar kota, ini tidak menjadi masalah di mana pun kita berqurban namun qurban nya kurang afdal lebih baik jika kita sedang di luar kota cukup kita titipkan ke orang yang kita percaya untuk nama kita berqurban di lingkungan rumah kita.

2. Berqurban untuk orang yang meninggal, pendapat imam syafii tidak sah berqurban untuk orang yang meninggal karna berqurban hanya untuk orang masih hidup kecuali dia meninggalkan wasiat, yang di benarkan ialah atas nama kita berqurban namun pahala nya kita sedekah kan untuk orang yang meninggal seperti ayah ibu kita.

3. Mengupah tukang jagal dan pemotong tidak boleh menggunakan uang masjid harus menggunakan uang pribadi si qurban.

4. Bagian dari hewan qurban tidak boleh di jual apapun itu seperti kepala, kaki dan kulit.

5 . Bagian hewan qurban tidak boleh di berikan kepada orang non muslim atau kafir karna hukum nya haram, di kecualikan dia miskin.

mas

Usai kegiatan Kasipenkum dan Humas Kejati Riau Bambang Heripurwanto SH MH mengatakan dengan dilaksanakan pengajian ini diharapkan pegawai Kejaksaan Tinggi Riau dapat selalu mengamalkan dan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.***

Pos terkait