Ustadz Dr. H. Zulhendri Rais Isi Kajian Di Masjid Al-Mizan Kejati Riau

ustadz

Pekanbaru,skinusantara.comMasjid Al-Mizan Kejaksaan Tinggi Riau, telah dilaksanakan Pengajian Rutin yang disampaikan oleh Ustadz Dr. H. Zulhendri Rais, Lc. MA dengan tema ‘Menyeimbangkan Urusan Dunia dan Akhirat’,Senin,28 November 2022.

Dalam penyampaiannya Ustadz Dr. H. Zulhendri Rais, Lc. MA menceritakan tentang Abu Darda Radhiyallahu Anhu yaitu, sahabat Rasulullah SAW yang zuhud dan taat beribadah. Beliau merupakan sahabat yang taat dari kaum Anshor, ia juga seorang pedagang yang sukses. Namun ia tidak dapat menyeimbangkan antara urusan dunia dan akhiratnya.

ustadz

Sehingga ia hanya memfokuskan hidupnya hanya untuk urusan akhirat saja. Sampai suatu ketika Salman menegur Abu Darda ketika shalat malam selesai, Salman berkata “Sesungguhnya Rabbmu memiliki hak atasmu yang harus kau tunaikan, dan dirimu punya hak atasmu yang harus kau tunaikan, badan dan matamu memiliki hak untuk istirahat, dan keluargamu punya hak atasmu yang harus kau tunaikan”.

Usai kegiatan Bambang Heripurwanto,SH.MH Kasi Penkum dan Humas Kejati Riau selanjutnya mengatakan Ustadz Dr. H. Zulhendri Rais, Lc. MA juga menjelaskan bahwa ada lima ucapan yang membuat Allah marah dan Allah akan mencabut iman kita.

“To’annun, yakni mengutuk seseorang kepada kehidupannya.La’anun, yakni menyebut manusia dengan sebutan hewan.Fa izzun, yakni menyebut atau menyamakan seseorang dengan akidahnya seperti, memanggil seseorang dengan sebutan yahudi. Sesungguhnya siapa yang memanggil saudaranya dengan sebutan seperti itu, maka sebutan itu akan kembali kepada dirinya.Bazi’un, yakni menyebut seseorang dengan sebutan kebiasaan buruk yang dia lakukan tanpa tujuan menasehatinya sehingga membuka aib seseorang seperti, memanggil dengan sebutan pemabuk atau pezina. Karena bencila dengan kelakukannya tetapi bukan kepada orangnya.Shubul Amwat, yakni menyebut-nyebut keburukan orang yang sudah meninggal dunia,”Sebut Bambang.

ustadz

Lanjut Bambang dengan dilaksanakan pengajian ini diharapkan pegawai Kejaksaan Tinggi Riau dapat selalu menjaga lisan dan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan wasilah ucapan-ucapan baik yang kita lontarkan kepada seluruh manusia dimuka bumi.***

Pos terkait