Labura,skinusantara.com – Ketua LSM LPPN Labura tindak lanjuti pemberitaan terkait proyek pembangunan jalan rabat beton yang berlokasi di tempat pemakaman umum ( TPU ) desa Tanjung Pasir Kecamatan Kualuh Selatan Kabupaten Labura menjadi sorotan masyarakat setempat ,dimana pada plank proyek yang terpampang tidak disebutkan volumenya dan tidak disebutkan juga kapan dimulai kerja dan kapan selesainya di kerjakan.
Dalam hal ini, Bangkit Hasibuan, selaku ketua Lembaga swadaya masyarakat Lembaga Pengawas Penyelenggara Negara ( LSM – LPPN ) Kab.Labura, dalam hasil investigasinya dilapangan mengatakan kepada awak media ini,Rabu ( 17/12),” Mesin pompa air yang di pakai oleh rekanan selama 10 hari kerja tidak berbayar sehingga Yudi pemilik mesin pompa air tersebut merasa dirugikan,” terang Bangkit.
Dikatakan Bangkit Hasibuan, perihal ini , Yudi si pemilik mesin pompa air mengarahkannya membuat laporan ke pihak yang berwajib dikarenakan merasa dirugikan oleh pihak rekanan.
Dijelaskan ketua LSM – LPPN ke media ini ,bahwa, proyek rabat pembangunan rabat beton tersebut diduga kuat cacat mutu akibat terlalu sedikitnya atau tidak sesuai campuran smen.
Menyikapi perihal ini dinas terkait sangat sulit dihubungi guna memberikan informasi sesuai dengan undang – undang KIP No : 14 tentang keterbukaan informasi publik , namun demikian , Budi Hasibuan selaku pejabat pembuat komitmen ( PPK ) dinas terkait di konfirmasi media ini melalui ponselnya mengatakan ,” Terkait volume sudah tertulis di dalam kontrak kerja, dan kalau di plank proyek itu sifatnya umum,” jelasnya.
Menanggapi hasil keterangan PPK dinas terkait, ketua LSM LPPN Labura , Bangkit Hasibuan , mengatakan,” Plank proyek yang terpampang itu adalah pembodohan publik,” ucapnya,
“Sebab, masyarakat umum harus mengetahui Volume, panjang, lebar dan ketebalan jalan rabat beton tersebut yang sebenarnya, dan bila perlu sekalian saja tidak dipasang plank proyek,” cetus Bangkit Hasibuan dengan nada tinggi.
“Lo..lo… ini zaman transparan apapun itu pekerjaannya yang menggunakan uang rakyat jangan macam – macamlah,” pungkas Bangkit Hasibuan.aobing












